DIPLOMA III PLLU ATKP MEDAN KLIK DI SINI
DIPLOMA III TNU ATKP MEDAN KLIK DI SINI
INFORMASI PENDAFTARAN ULANG KLIK DI SINI
PERLENGKAPAN DAN SERAGAM KLIK DI SINI
PENGUMUMAN UPT BADAN DIKLAT LAINNYA KLIK DI SINI
Tingkat Sarjana Lokasi ATKP Medan
Informasi Kelulusan Seleksi Administrasi diklik di sini
Pengambilan KArtu Ujian dan Tempat Ujian dapat diklik di sini
serta dapat juga diklik di sini
atau juga dapat diklik di sini
Tingkat Diploma III Ke bawah Lokasi ATKP Medan
Untuk Diploma III Ke bawah lokasi Medan diklik di sini
Tingkat Diploma III Ke bawah Lokasi Adbandara Polonia Medan
Untuk Diploma III Ke bawah lokasi Adbandara Polonia Medan diklik di sini
Beberapa hari yang lalu, Seperti yang telah saya tuliskan di facebook : http://www.facebook.com/julfansyah.margolang bahwa saya melaksanakan perjalanan dinas ke banda Aceh. Catatan ini adalah sebagian dari kegiatan yang berhasil direkam.
Alhamdulillah semuanya telah berhasil dilalui dengan baik. Perjalanan menuju ke sana dengan menggunakan jasa transportasi udara (salah satu maskapai penerbangan nasional). Pesawat tersebut melakukan tugasnya dengan sangat baik. Di mulai dengan keberangkatan yang tepat waktu ditambah lagi dengan snack selama penerbangan, sangat memuaskan.
Sesampainya di sana saya mendapatkan pelayanan yang tak kalah baiknya. Rekan-rekan ATC, para pejabat, KACAB PT Persero Angkasa Pura cabang Bandara Sultan Iskandar Muda yang sangat ramah dalam menyambut saya.
Tak lupa adik-adik yang menjalani OJT, serta yang kalah sibuknya (Adinda Romi) yang selalu mengantarkan saya kemanapun saya pergi selama di sana. Hampir saja lupa (Mas Ikram) yang sibuk mencarikan tiket untuk kepulangan saya.
Ketika pulang, saya memilih untuk menggunakan jasa transportasi darat karena selama ini saya belum pernah melakukannya. Katanya, angkutan bus ACEH-MEDAN adalah yang “terbaik” di Sumatera. Saya ingin membuktikannya.Perjalanan pulang dimulai pada pukul 21.00 WIB. Selama perjalanan saya tidak dapat tidur, mungkin karena kondisi tubuh yang sedang tidak fit (alias pusing), bukan karena busnya lho. Untuk mengobati atau menghibur, saya mengaktifkan GPS yang sudah saya install di handpone. Dengan GPS ini saya dapat mengetahui semua lokasi yang dilalui walaupun semuanya gelap. Semuanya diketahui baik itu nama jalan, lokasi, tempat hiburan, SPBU dan perkiraan waktu (estimate) sampai di medan serta masih banyak informasi lainnya.
GPS ini berhasil saya instal pada HP saya yang mempunyai OS windows mobile 6.1. Saya memanfaatkan peta navigasi gratisan dari internet. Programnya saya ambil dari internet dengan free. Jasa satelitnyapun free. Hal ikhwal GPS maupun gadget ini akan dibahas dalam postingan khusus, sabar ya.
Alhamdulillah, pada jam 06.00 wib saya sampai di Kampung Lalang (Medan).Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perjalanan ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan anda
ATKP Medan telah mengumumkan Kelulusan Akhir Sipencatar Dephub tahun 2009 melalui websitenya : http://www.atkp-medan.ac.id.
Untuk lebih jelas klik di sini dan sini
Semoga anda yang terbaiklah yang berhasil lulus.
“The Sky is a Vast Place, but There’s no Room for Error”
Slogan atau motto dalam bahasa Inggris di atas tidaklah asing bagi rekan-rekan insan penerbangan, sampai-sampai tulisan ini di pajang di lapangan kantor saya (ATKP Medan, red). Saya yakin, di setiap sekolah penerbangan baik itu STPI, balai diklat maupun ATKP lainnya tulisan ini juga menjadi “kalimat sakti”.
Apakah maksud tulisan di atas?
Maaf, Sekedar untuk mengingatkan bagi yang belum memahami, maksudnya adalah bahwa angkasa itu wilayah yang luas, namun tidak boleh ada kesalahan (saya serius nih, red), he he.
Apa yang melatarbelakangi saya menulis postingan ini?
Kemarin, saya mendapatkan tugas untuk mengunjungi bandara X di pulau Sumatera. Bandara ini dikelola oleh BUMN X. Banyak hal yang saya peroleh dari sana. Rekan-rekan di sana sangat bersahabat, ramah dan sangat membantu apa yang saya butuhkan selama di sana. Ketika saya mengunjungi TOWER (menara pengawas lalu lintas udara, red), terlihat bahwa rekan-rekan bekerja dengan sangat tekun dan penuh tanggung jawab, jadi kagum.
Mereka mampu melakukan tugas dengan baik walaupun dengan fasilitas seadanya. Catatan yang saya peroleh dari hasil pengamatan saya adalah terlihat wind indicator baik itu speed maupun direction tidak berfungsi sama sekali. Sehingga informasi yang disampaikan kepada pilot saat take off maupun landing adalah QAM (laporan cuaca) dari BMG yang notabenenya adalah laporan untuk setiap 30 menit. Sehingga hal ini tidaklah begitu akurat, karena pada prinsipnya angin itu dapat berubah sewaktu-waktu tanpa harus menunggu selama 30 menit, he he.
Hal di atas sangatlah riskan, memang selama ini belum ada masalah. Tapi ingat, setiap kejadian yang beresiko baik itu kecil maupun besar selalu dimulai dari kesalahan baik itu kecil maupun besar. Jadi, inga… inga sebelum terlambat……! (seperti pilpres saja, red), he he.
Sudah banyak terjadi kecelakaan penerbangan, apa masih mau ditambah? (pertanyaan untuk siapa ya? bingung) Atau mungkin sudah lupa dengan motto di atas, he he.
Keadaan fasilitas penerbangan yang demikian tersebut baru satu bandara yang saya ketahui, saya tidak mengetahui apakah ada di bandara lainnya (ayo jawab rekan-rekan di bandara lain, red).
Namun akhirnya, Saya hanya bisa kagum buat rekan-rekan ATC di manapun berada. Mereka mampu bekerja dengan baik walaupun dengan banyak keluhan.
Mudah-mudahan di suatu saat kelak mereka mampu bekerja dengan sangat nyaman baik itu dari kenyamanan menjalankan tugas maupun kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.
Terima kasih ATC-ku atas darma baktimu. Banyak orang berhutang budi kepadamu semoga Allah membalas jasa-jasamu. “Ya Allah, Kabulkanlah permohonan kami ini, Amiin”.
“Ayo Sayangi ATC-ku, ATC-mu, ATC kita semua”
Dalam rangka persiapan penyelenggaraan Diploma III Penilik Lalu Lintas Udara di ATKP Medan tahun ini, telah diadakan ATC Instructor Coaching dengan moderator Mr. Aminarno Budi Pradana. Adapun pesertanya berasal dari ATKP Medan dan ATC-er Bandara Polonia Medan.
HOT INFO untuk hasil seleksi akademik klik di http://julfan.wordpress.com/2009/06/30/pengumuman-hasil-seleksi-akademik-sipencatar-dephub-2009/
P E N G U M U M A N
Nomor : DL.107/D.96/II/Diklat-09
TENTANG
PENERIMAAN TARUNA BARU PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERHUBUNGAN
TAHUN AKADEMIK 2009
Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan pada Tahun Akademik 2009 Menerima para pemuda/pemudi Warga Negara Indonesia untuk didik menjadi Taruna/ Taruni Diklat Perhubungan dalam berbagai program sebagai berikut :
Untuk Informasi Selengkapnya klik di sini
(Jakarta, 17/12 /08) Sekitar 70 persen meteri UU Penerbangan yang baru disahkan dengan DPR RI (17/12) mengatur dan berorientasi tentang keselamatan (safety) dan keamanan Penerbangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Dephub Budhi Mulyawan Suyitno, yang lebih lanjut menjelaskan bahwa pengaturan masalah keselamatan di dalam UU Penerbangan tersebut merupakan hasil adopsi “Cape Town Convention”.
Dominannya pengaturan masalah keselamatan dalam UU Penerbangan yang baru ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah RI dalam dalam hal penegakan keselamatan penerbangan. Diharapkan hal ini sekaligus dapat menjawab keraguan pihak tertentu seperti Masyarakat Uni Eropa (EU) tentang komitemen regulator di Indonesia dalam hal pengaturan keselamatan penerbangan.
Selain masalah keselamatan secara kelembagaan UU yang baru itu juga mengatur secara tegas soal Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang selama ini dikelola oleh masing-masing pengelola bandara (Angkasa Pura I dan II maupun Unit Pelaksana Tehnik (UPT). Menurut Budhi, dana PNBP itu akan dikelola secara profesional untuk kepentingan keselamatan penerbangan. Sementara itu, untuk bandara perintis, akan dikelola langsung regulator melalui pembentukan lembaga baru seperti Badan Layanan Umum (BLU).
BLU yang telah dipayungi UU Penerbangan itu akan berdiri independen termasuk soal pengelolaan perijinan pengoperasian pesawat yang selama ini ditangani Direktorat Sertifikasi dan Kelaikan Udara, kini bernama Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKU&PPU). “Seluruh biaya yang dipungut dari maskapai penerbangan untuk pengurusan ijin akan langsung dimasukan dalam PNBP,” katanya.
Oleh karena itu, Budhi mengharapkan, pengawasan yang ketat dan payung hukum yang jelas itu pada akhirnya bukan saja membangun satu industri penerbangan yang disegani dan dihormati di dunia internasional tapi juga melindungi masyarakat, khususnya para pemakai jasa. “Karena itu, maskapai penerbangan bukan hanya bisa mendirikan perusahaan, tapi juga siap modal dan manajemen yang handal, sehingga mampu bersaing dan dapat memberikan pelayanan maksimal,” katanya.
Peluang Merger
Budhi juga merinci, pasal 118 UU penerbangan memang secara tegas dikatakan seluruh maskapai penerbangan yang baru maupun lama, minimal menguasai 10 unit pesawat. Diantaranya, lima unit pesawat langsung dimiliki dan lima lainnya dikuasai (sewa).
Oleh karenanya, maskapai penerbangan yang sudah mendapatkan ijin tapi belum juga beroperasi karena terbatasnya modal dianjurkan segera merger dengan mitranya. “Daripada nanti tidak memenuhi persyaratan sesuai peraturan yang berlaku dan SIUP-nya dicabut, akan lebih baik mereka merger,” tegas Budhi.
Selain itu, kata Budhi, nantinya seluruh SDM yang memiliki posisi strategis di perusahaan penerbangan itu wajib memiliki sertifikasi dari berbagai keahlian. “Ini merupaakan salah satu bentuk pengawasan dan untuk melindungi konsumen,” katanya. (ES)
Untuk Pengumuman Akhir tingkat Sarjana klik di sini atau di http://julfan.wordpress.com/2008/11/29/pengumuman-akhir-tingkat-sarjana-penerimaan-cpns-dephub-tahun-2008/
KELULUSAN SELEKSI TERTULIS PENGADAAN CPNS DEPARTEMEN PERHUBUNGAN TAHUN 2008
KUALIFIKASI PENDIDIKAN TINGKAT SARJANA (D.IV, S-1, S-2)
PADA 5 KOTA (JAKARTA, SEMARANG, SURABAYA, MEDAN DAN MAKASSAR)
1. 1. Berdasarkan hasil pengolahan Lembar Jawaban Komputer peserta Seleksi Tertulis Pengadaan CPNS Departemen Perhubungan Tahun 2008, maka telah ditetapkan kelulusan seleksi tertulis;
<2. Bagi yang dinyatakan Lulus Seleksi Tertulis berhak untuk mengikuti seleksi lanjutan berupa Seleksi Keahlian dan Keterampilan (psikotest) dan wawancara yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 November 2008 untuk lokasi Jakarta dan pada tanggal 18 November 2008 untuk lokasi Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar;
<3. Pada saat Seleksi Keahlian Dan Keterampilan peserta diwajibkan membawa :
A. TANDA PESERTA SELEKSI (TPS) / KARTU UJIAN ASLI
B. IJAZAH ASLI / LEGALISIR ASLI
C. PAPAN ALAS TULIS
D. PENSIL HB
E. PENSIL 2B
Untuk Informasi lebih lengkap klik di pengumumanhasilseleksitertulis
atau di sini
Semoga Anda beruntung dan dipermudah dalam mengikuti tahapan ujian berikutnya.
Untuk Pengumuman Akhir tingkat Sarjana klik di sini atau di http://julfan.wordpress.com/2008/11/29/pengumuman-akhir-tingkat-sarjana-penerimaan-cpns-dephub-tahun-2008/
Berhubung link asalnya sangat sibuk karena trafik yang sangat padat maka dengan ini saya membuat link alternatif yang ada di blog saya sendiri, dan dapat diklik pada link di bawah ini :
pengumuman_sarjana2 atau di http://www.atkp-medan.ac.id/upload/sarjana08.pdf
pengumuman-d-iii-gabungan atau di : http://www.atkp-medan.ac.id/upload/gabung08.pdf
pengumuman_udara atau di : http://www.atkp-medan.ac.id/upload/UDARA08.pdf
pengumuman_laut atau di : http://www.atkp-medan.ac.id/upload/LAUT08.pdf
pengumuman_-sarnas atau di : http://www.atkp-medan.ac.id/upload/SARNAS08.pdf
Khusus untuk Sarjana Pendaftaran dilakukan secara online.
untuk Pendaftaran Online klik di sini
puskompublik_dephub,28/07/2008
![]()
( Jakarta, 28/07/08 ) Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengungkapkan, Indonesia bisa saja melakukan apa yang dilakukan Uni Eropa. Yaitu memblokade balik maskapai negara-negara anggotanya masuk ke wilayah udara Indonesia, sebagai balasan atas perpanjangan larangan terbang yang terus dilakukan UE terhadap seluruh maskapai Indonesia saat ini.
Tetapi, Menhub menegaskan, langkah tersebut tidak akan dilakukan Indonesia sebagai civilize nation. ”Ini bukan masalah berani atau tidak berani. Kita tidak akan mengambil langkah boikot terhadap maskapai mereka, misalnya KLM, Lufthansa, dll. Itu namanya counter isolation. Kita tidak akan lakukan itu. Kita hanya mau katakan kepada mereka, apakah yang mereka lakukan itu benar-benar menciptakan keselamatan penerbangan,” ujar Menhub, Senin (28/7).
Untuk lebih jelas klik di sini