Arsip untuk ‘pilot’ Kategori

“The Sky is a Vast Place, but There’s no Room for Error”

Slogan atau motto dalam bahasa Inggris di atas tidaklah asing  bagi rekan-rekan insan penerbangan, sampai-sampai  tulisan ini di pajang di lapangan kantor saya (ATKP Medan, red).  Saya yakin, di setiap sekolah penerbangan baik itu STPI, balai diklat maupun ATKP lainnya tulisan ini juga menjadi “kalimat sakti”.

Apakah maksud tulisan di atas?

Maaf, Sekedar untuk mengingatkan bagi  yang belum memahami, maksudnya adalah bahwa angkasa itu wilayah yang luas, namun tidak boleh ada kesalahan (saya serius nih, red), he he.

Apa yang melatarbelakangi saya menulis postingan ini?

Kemarin, saya  mendapatkan tugas untuk mengunjungi bandara X di pulau Sumatera. Bandara ini dikelola oleh BUMN X. Banyak hal yang saya peroleh dari sana. Rekan-rekan di sana sangat bersahabat, ramah dan sangat membantu apa yang saya butuhkan selama di sana. Ketika saya mengunjungi TOWER (menara pengawas lalu lintas udara, red), terlihat bahwa rekan-rekan bekerja dengan sangat tekun dan penuh tanggung jawab, jadi kagum.

Mereka mampu melakukan tugas dengan baik walaupun dengan fasilitas seadanya. Catatan yang saya peroleh dari hasil pengamatan saya adalah terlihat wind indicator baik itu speed maupun direction tidak berfungsi sama sekali. Sehingga informasi yang disampaikan kepada pilot saat take off maupun landing adalah QAM (laporan cuaca) dari BMG yang notabenenya adalah laporan untuk setiap 30 menit. Sehingga hal ini tidaklah begitu akurat, karena pada prinsipnya angin itu dapat berubah sewaktu-waktu tanpa harus menunggu selama 30 menit, he he.

Hal di atas sangatlah riskan, memang selama ini belum ada masalah. Tapi ingat, setiap kejadian yang beresiko baik itu kecil maupun besar selalu dimulai dari kesalahan baik itu kecil maupun besar. Jadi, inga… inga sebelum terlambat……! (seperti pilpres saja, red), he he.

Sudah banyak terjadi kecelakaan penerbangan, apa masih mau ditambah? (pertanyaan untuk  siapa ya? bingung) Atau mungkin sudah lupa dengan motto di atas, he he.

Keadaan fasilitas penerbangan yang demikian tersebut baru satu bandara yang saya ketahui, saya tidak mengetahui apakah ada di bandara lainnya (ayo jawab rekan-rekan di bandara lain, red).

Namun akhirnya, Saya hanya bisa kagum  buat rekan-rekan ATC di manapun berada.  Mereka mampu bekerja dengan baik walaupun dengan banyak keluhan.

Mudah-mudahan di suatu saat kelak mereka mampu bekerja dengan sangat nyaman baik itu dari kenyamanan menjalankan tugas maupun kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Terima kasih ATC-ku atas darma baktimu. Banyak orang berhutang budi kepadamu semoga Allah membalas jasa-jasamu. “Ya Allah, Kabulkanlah permohonan kami ini, Amiin”.

“Ayo Sayangi ATC-ku, ATC-mu, ATC kita semua”

(Jakarta, 17/12 /08)   Sekitar 70 persen meteri UU Penerbangan yang baru disahkan dengan DPR RI (17/12) mengatur dan berorientasi tentang keselamatan (safety) dan keamanan Penerbangan. Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Dephub  Budhi Mulyawan Suyitno, yang lebih lanjut menjelaskan bahwa pengaturan masalah keselamatan di dalam UU Penerbangan tersebut merupakan   hasil adopsi  “Cape Town Convention”.

Dominannya pengaturan masalah keselamatan dalam UU Penerbangan yang baru ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah RI dalam dalam hal penegakan keselamatan penerbangan. Diharapkan hal ini sekaligus dapat menjawab keraguan pihak tertentu seperti  Masyarakat Uni Eropa (EU) tentang  komitemen regulator di Indonesia dalam hal pengaturan keselamatan penerbangan.

Selain masalah keselamatan secara  kelembagaan  UU  yang baru  itu  juga  mengatur  secara  tegas  soal  Pendapatan Negara  Bukan  Pajak  (PNBP)  yang selama  ini dikelola  oleh  masing-masing   pengelola  bandara  (Angkasa  Pura  I  dan II  maupun Unit Pelaksana  Tehnik (UPT). Menurut Budhi, dana  PNBP  itu  akan  dikelola  secara  profesional  untuk  kepentingan keselamatan  penerbangan.   Sementara itu, untuk  bandara  perintis,  akan  dikelola  langsung  regulator   melalui  pembentukan  lembaga   baru  seperti   Badan  Layanan Umum  (BLU).

BLU  yang   telah dipayungi  UU Penerbangan  itu  akan  berdiri  independen   termasuk  soal pengelolaan  perijinan  pengoperasian  pesawat  yang selama  ini ditangani  Direktorat Sertifikasi dan Kelaikan Udara,  kini bernama Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKU&PPU).  “Seluruh  biaya  yang  dipungut   dari   maskapai penerbangan  untuk pengurusan  ijin  akan  langsung dimasukan  dalam  PNBP,” katanya.

Oleh karena itu, Budhi mengharapkan, pengawasan yang ketat  dan  payung  hukum  yang jelas  itu  pada  akhirnya  bukan  saja  membangun  satu industri penerbangan  yang  disegani  dan dihormati  di dunia  internasional  tapi  juga  melindungi  masyarakat, khususnya para  pemakai  jasa.  “Karena  itu, maskapai penerbangan  bukan hanya  bisa  mendirikan perusahaan, tapi juga siap  modal  dan  manajemen  yang handal,  sehingga  mampu bersaing  dan  dapat  memberikan pelayanan  maksimal,”  katanya.

Peluang Merger
Budhi juga merinci, pasal 118 UU penerbangan memang secara tegas dikatakan seluruh maskapai penerbangan yang baru  maupun  lama,  minimal  menguasai  10  unit  pesawat.  Diantaranya,  lima  unit pesawat  langsung  dimiliki  dan lima  lainnya  dikuasai (sewa).

Oleh karenanya, maskapai penerbangan yang sudah  mendapatkan ijin  tapi  belum juga  beroperasi karena  terbatasnya  modal  dianjurkan  segera  merger  dengan  mitranya. “Daripada  nanti tidak  memenuhi  persyaratan sesuai peraturan yang berlaku  dan  SIUP-nya  dicabut,  akan lebih  baik mereka  merger,” tegas  Budhi.

Selain itu, kata  Budhi, nantinya  seluruh   SDM  yang  memiliki  posisi  strategis  di perusahaan   penerbangan  itu  wajib  memiliki  sertifikasi  dari  berbagai keahlian.  “Ini merupaakan salah satu  bentuk  pengawasan  dan  untuk melindungi  konsumen,” katanya. (ES)

Di bawah ini ada video animasi tentang Bandara Medan yang baru, tepatnya Bandara Kualanamu. Video ini didapatkan dari Youtube.com.

Semoga bermanfaat.

breaking_news_animasi

Untuk Pengumuman Akhir tingkat Sarjana klik di sini atau di http://julfan.wordpress.com/2008/11/29/pengumuman-akhir-tingkat-sarjana-penerimaan-cpns-dephub-tahun-2008/

KELULUSAN SELEKSI TERTULIS PENGADAAN CPNS DEPARTEMEN PERHUBUNGAN TAHUN 2008

KUALIFIKASI PENDIDIKAN TINGKAT SARJANA (D.IV, S-1, S-2)

PADA 5 KOTA (JAKARTA, SEMARANG, SURABAYA, MEDAN DAN MAKASSAR)

1. 1. Berdasarkan hasil pengolahan Lembar Jawaban Komputer peserta Seleksi Tertulis Pengadaan CPNS Departemen Perhubungan Tahun 2008, maka telah ditetapkan kelulusan seleksi tertulis;

<2. Bagi yang dinyatakan Lulus Seleksi Tertulis berhak untuk mengikuti seleksi lanjutan berupa Seleksi Keahlian dan Keterampilan (psikotest) dan wawancara yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 November 2008 untuk lokasi Jakarta dan pada tanggal 18 November 2008 untuk lokasi Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar;

<3. Pada saat Seleksi Keahlian Dan Keterampilan peserta diwajibkan membawa :

A. TANDA PESERTA SELEKSI (TPS) / KARTU UJIAN ASLI

B. IJAZAH ASLI / LEGALISIR ASLI

C. PAPAN ALAS TULIS

D. PENSIL HB

E. PENSIL 2B

Untuk Informasi lebih lengkap klik di pengumumanhasilseleksitertulis

atau di sini

Semoga Anda beruntung dan dipermudah dalam mengikuti tahapan ujian berikutnya.

breaking_news_animasi

Untuk Pengumuman Akhir tingkat Sarjana klik di sini atau di http://julfan.wordpress.com/2008/11/29/pengumuman-akhir-tingkat-sarjana-penerimaan-cpns-dephub-tahun-2008/


Berhubung  link asalnya sangat sibuk karena trafik yang sangat padat maka dengan ini saya membuat link alternatif yang ada di blog saya sendiri, dan dapat diklik pada link di bawah ini :

pengumuman_sarjana2 atau di http://www.atkp-medan.ac.id/upload/sarjana08.pdf

pengumuman-d-iii-gabungan atau di : http://www.atkp-medan.ac.id/upload/gabung08.pdf

pengumuman_udara atau di : http://www.atkp-medan.ac.id/upload/UDARA08.pdf

pengumuman_laut atau di : http://www.atkp-medan.ac.id/upload/LAUT08.pdf

pengumuman_-sarnas atau di : http://www.atkp-medan.ac.id/upload/SARNAS08.pdf

Khusus untuk Sarjana Pendaftaran dilakukan secara online.

untuk Pendaftaran Online klik di sini

puskompublik_dephub,28/07/2008

( Jakarta, 28/07/08 ) Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal mengungkapkan, Indonesia bisa saja melakukan apa yang dilakukan Uni Eropa. Yaitu memblokade balik maskapai negara-negara anggotanya masuk ke wilayah udara Indonesia, sebagai balasan atas perpanjangan larangan terbang yang terus dilakukan UE terhadap seluruh maskapai Indonesia saat ini.

Tetapi, Menhub menegaskan, langkah tersebut tidak akan dilakukan Indonesia sebagai civilize nation. ”Ini bukan masalah berani atau tidak berani. Kita tidak akan mengambil langkah boikot terhadap maskapai mereka, misalnya KLM, Lufthansa, dll. Itu namanya counter isolation. Kita tidak akan lakukan itu. Kita hanya mau katakan kepada mereka, apakah yang mereka lakukan itu benar-benar menciptakan keselamatan penerbangan,” ujar Menhub, Senin (28/7).

Untuk lebih jelas klik di sini

null

Panas, gerah, dan berisik. Beginilah suasana kelas kemarin sore. Maklum aja, PLN mulai kembali mematikan listrik di kota medan (mungkin saja).  

Panas? ternyata  Genset yang terpasang tidak mampu untuk menghidupi AC.

Kenapa sampai berisik? Hehe. Ternyata gensetnya dipasang di sebelah kelas.

null

 

Ini merupakan yang terbaru, ATKP Medan secara resmi membuka pendaftaran penerimaan taruna diklat awal untuk tahun ajaran 2008.

Untuk lebih jelas klik di   sip2008b

 atau bisa juga di sini

Departemen Perhubungan akan kembali memberi kesempatan kepada putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung dalam pelayanan di bidang Perhubungan. Kepada adik-adik yang ingin bergabung, silakan tunggu informasi Penerimaan Taruna Diklat Awal Perhubungan tahun 2008 yang dalam waktu dekat ini akan dipublikasikan kepada masyarakat.

Ayo, jangan sampai ketinggalan. Ikuti terus perkembangan informasinya di blog tercinta ini.

Untuk informasi sementara klik di sini

Beberapa hari yang lalu saya mendapat tugas untuk mengantarkan taruna untuk melaksanakan OJT (on the Job training) ke kota Padang, tepatnya di bandara Minang Kabau. Berangkat dengan naik pesawat SMAC dengan pilotnya adalah teman saya sendiri (Cpt. Wahyudi).

Penerbangan ini menghabiskan waktu sekitar 3 jam. Berangkat dari Bandara Polonia jam 0900 WIB, selanjutnya mendarat di Binaka, terbang ke Pulau Telo (Pulau Batu), akhirnya mendarat di Bandara Minang kabau sekitar Pukul 12.30 WIB. Kami mengalami pendaratan sebanyak tiga kali.

Selama Penerbangan cuaca cukup cerah, sehingga penerbangan ini terasa nyaman. Saya melihat aktivitas cockpit yang sangat sibuk, ini merupakan pengalaman yang sangat berharga, kalau selama ini saya hanya mengetahui betapa sibuknya menjadi ATC. Sekarang ini saya melihat sisi yang berbeda. Ternyata Pilot itu bekerja dengan sibuk, serius dan yang pasti penuh dengan resiko.

Sesampainya di kota Padang (Minang kabau Airport), saya dan Teman sekantor (pak Dadang) diantar dan menginap di Mess SMAC. Sorenya bersama-sama dengan pak Dadang mencari tiket untuk melanjutkan perjalanan ke Palembang sekaligus jalan-jalan di Kota ini. Sebenarnya, kota ini bukannya baru bagi saya. Pada tahun 2000 yang lalu, saya juga pernah melakukan OJT di kota ini, tepatnya untuk Senior Air Traffic Controller. Karena waktunya sudah 8 tahun, akhirnya perjalanan ini dipenuhi dengan banyaknya pertanyaan, he he he.

Esoknya saya melanjutkan tugas ke Bandara Minang Kabau untuk menyerahkan secara simbolis taruna OJT kepada para ATC di sana. Saya bertemu dengan pak Satya Anggara selaku Kadiv Operasi dan pak Alzog selaku Kadin ATC dan para ATC (mohon maaf, namanya tak dapat disebutkan satu persatu).

Sebelum pulang saya menyempatkan diri untuk ke TOWER (menara pengawas) dan APPROACH CONTROL serta mengantarkan taruna OJT Ke Mess.

Akhirnya saya dapat kembali ke Medan dengan selamat dengan menggunakan BATAVIA Airlines.

Terima kasih kepada rekan-rekan PT SMAC yang telah memberikan fasilitas sehingga perjalanan ini dapat berjalan dengan lancar. Terima KAsih juga kepada seluruh ATC Minang Kabau yang telah memberikan pelayanan dan fasilitas mess buat taruna OJT, Semoga Allah membalas segala kebaikan Anda.

Kepada Taruna yang melaksanakan OJT semoga sukses selalu,

Amiin ya Rabbal Alamiin.

diTower Minang Kabau Aerodrome.

Kemarin siang ketika saya masih di kelas, tiba-tiba teman saya (bung Faizal),  mengirimkan SMS yang mengatakan bahwa beliau telah berhasil membuat website ATC Forum Indonesia.  Alamat lengkap dari forum ini adalah : http://atcforumindonesia.com/ . Sebagai informasi, Bung Faizal  ini adalah teman saya ketika masih di Curug-Tangerang. Ketika itu kami sama-sama mengikuti program Diploma III Senior Air Traffic Controller Angkatan 45. Dan Kebetulan juga selama program Pendidikan itu kami selalu satu kamar.

Kemudian saya membuka web dimaksud dan mendaftar. Saya melihat bahwa ini merupakan yang pertama dan merupakan satu-satunya forum ATC Indonesia. Memang, selama ini sudah ada Website iatcaina.org, iatcamedan.org  dan group-group seperti atc_ina dan atc indonesia di Yahoo groups. Namun yang khusus sebagai Forum adalah website ini.

Akhirnya, terima kasih kepada bung Faizal sebagai ADmin dan para Moderator yang ahli di bidangnya masing-masing.  Kepada para ATC dan siapapun yang tertarik dengan dunia penerbangan khususnya Keselamatan Penerbangan, silakan manfaatkan website tersebut.

Semoga Penerbangan Indonesia semakin maju.

Amiin

sumber : puskompublik_dephub,25/03/2008

(Jakarta, 25/03/08) Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Selasa 25 Maret 2008 telah mengumumkan hasil investigasi (laporan akhir) terhadap kasus kecelakaan pesawat Adam Air Boeing 737-400 PK KKW dengan nomor penerbangan DHI 574, yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2007. Dimintai tanggapan oleh wartawan usai jumpa pers acara tersebut, Menteri Perhubungan menyatakan bahwa hasil investigasi yang dilakukaan KNKT tersebut merupakan bagian dari langkah nyata untuk membangun safety culture dunia penerbangan di Indonesia.Menhub menambahkan KNKT telah bekerja keras dengan mengerahkan segala sumber daya yang ada, mencari black box dari kedalaman 2000 meter, menganalisa semua data yang ada. Semua itu dilakukan guna mendapatkan data tentang penyebab kecelakaan dan menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan. “Itu artinya kita belajar dari kecelakaan yang terjadi untuk menghindari kecelakaan serupa terjadi di masa mendatang, “ kata Menhub. Selanjutnya Menhub juga menjelaskan bahwa selama ini Ditjen Perhubungan Udara juga telah melakukan langkah-langkah nyata untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Ditjen Perhubungan Udara telah meningkatkan pengawasan, melakukan audit setiap 3 bulan sekali, dan menggunakan kewenangannya untuk secara tegas mencabut ijin operasi pesawat jika peringatan tidak diindahkan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Dirjen Perhubungan Udara Budhi M. Sujitno mengingatkan bahwa terjadinya suatu kecelakaan tidak pernah disebabkan satu faktor saja. “Kecelakaan itu selalu disebabkan karena multi faktor, dikarenakan adanya benih-benih kelalaian yang terakumulasi akhirnya menimbulkan kecelakaan” kata Budhi. Senada dengan Menteri Perhubungan, Ditjen Perhubungan Udara juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan peningkatan pengawasan secara signifikan. Menanggapi wartawan yang mempertanyakan kecukupan rasio inspektur pesawat di Indonesia, secara tegas Budhi menyatakan bahwa ratio inspektur dengan pesawat sudah cukup memadai. “Ratio inspektur dengan pesawat sekitar 1 : 4 dan itu sudah sangat memadai seperti halnya yang terjadi di luar negeri” kata Budhi. Budhi menambahkan khusus untuk pesawat besar (jumbo) memang saat ini masih kekurangan inspektur karena inspektur yang ada telah pensiun. Untuk itu Ditjen Perhubungan Udara akan segera mengatasi hal ini.

Pada kesempatan tanya jawab dengan pers, Ketua KNKT Tatang Kurniadi menegaskan bahwa di dalam etika investigasi kecelakaan penerbangan tidak dikenal adanya pengambilan kesimpulan yang menyalahkan unsur-unsur tertentu saja seperti misalnya human error. “Human error itu istilah akademis dan tidak dikenal dalam proses investigasi kecelakaan penerbangan di manapun,” kata Tatang. Tatang perlu menjelaskan hal tersebut menanggapi pertanyaan wartawan yang cenderung hanya melihat salah satu aspek saja (pilot) sebagai penyebab kecelakaan. “Investigasi kecelakaan pesawat terbang tidak mencari siapa yang salah, tetapi mencari sebab kecelakaan terjadi untuk evaluasi agar kecelakaan tidak terulang lagi”, kata Tatang. (BRD)

Akhir-akhir ini Blog ini jarang disentuh, mungkin hanya 1 atau 2 kali dalam seminggu. Teman-teman yang mengunjungi Blog ini mungkin tidak menemukan sesuatu yang baru. Hal ini bukan karena kesengajaan melainkan karena kesibukan saya yang semakin padat baik itu di Pekerjaan maupun kegiatan lainnya.

Jadi kepada semua teman-teman pengunjung Blog tercinta ini,  mohon maaf karena keterbatasan isi Blog ini.  Demikian juga kepada keluarga dan relasi/teman-teman sekantor yang mempunyai urusan yang belum sempat dituntaskan, terutama kepada Anak dan Istri yang cukup sabar selama ini.

Saya  menyadari keterbatasan sebagai manusia biasa, dan akan selalu belajar dalam berbagai hal  sehingga dapat menjalankan semua amanah yang telah dibebankan.

Amiin.

Dari : yang senantiasa mengharapkan maaf dari Rabbnya.