Benahi Transportasi ke Bandara Soekarno-Hatta

Posted: 5 Februari, 2008 in aktivitas kerja, Artikel, atc, aviation, berita, Feature, hari ini, Indonesia, news, Penerbangan, pilot, transportasi

pusdatin,04/02/2008

Jakarta, Kompas – Maskapai penerbangan mendesak pemerintah membenahi transportasi ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebab, terputusnya tol bandara akibat banjir sering berulang, walau bandara kondisinya kering. Selain merugikan penumpang dan maskapai, citra bangsa pun tercoreng.
Dalam sehari, Bandara Soekarno-Hatta melayani lebih kurang 800 penerbangan, dengan potensi pendapatan per penerbangan mencapai Rp 50 juta atau Rp 40 miliar per hari untuk keseluruhan penerbangan. Kalau 40 persen tidak bisa terbang seperti terjadi pada hari Jumat, maka kerugian mencapai Rp 16 miliar. Kalau terjadi beberapa hari, kerugiannya jelas amat besar. Ini masih dari aspek kerugian maskapai.
Kerugian dalam jumlah amat besar kalau dihitung kerugian yang diderita penumpang yang tidak bisa berang
“Idealnya, akses transportasi ke bandara tanpa hambatan. Bangkok juga macet seperti Jakarta, tetapi transportasi ke bandara tidak pernah terganggu,” kata Kepala Komunikasi Adam Air, Danke Dradjat, Minggu (3/2) saat dihubungi.
Menurut Danke, gangguan transportasi selain merugikan penumpang dan maskapai juga merugikan Indonesia. “Bayangkan di awal Visit Indonesia 2008, nama Indonesia sudah negatif,” ujar dia.
Ketegangan antara penumpang dan petugas maskapai, kata Danke, tidak terelakkan. Karena jumlah penumpang ribuan sementara petugas maskapai terbatas, komunikasi pun sering disalahpahami.
Manajer Komunikasi Air Asia, Ryana Yahya Nasution juga mengatakan, para calon penumpang sempat memprotes maskapainya karena ketiadaan pembagian makanan selama penundaan.
”Persoalannya, stok makanan di Cengkareng terbatas. Sementara bila ingin menginapkan penumpang juga tidak mungkin, karena hotel di sekitar bandara dipenuhi penumpang yang penerbangannya batal atau dipenuhi pengungsi banjir,” ujar Ryana.
“Akibat terputusnya tol, penumpukan penumpang bukan saja di Soekarno-Hatta atau bandara do mestik lainnya, tetapi juga di Kuala Lumpur, Bangkok, dan Singapura,” ujar Ryana.
Beberapa manajer maskapai penerbangan mengaku, belum menghitung kerugian akibat terputusnya akses transportasi utama menuju bandara, karena masih terkonsentrasi untuk memulihkan kondisi bandara.
Hasyim Arsal Alhabsi, Manajer Komunikasi Lion Air mengatakan, tidak habis pikir mengapa kondisi ini terus berulang. Dia minta pemerintah secepatnya merealisasikan jalur kereta ke bandara, sebagai alternatif transportasi.
”Kami menerapkan kebijakan menginapkan pilot, pramugara, dan pramugari di hotel sekitar bandara. Tetapi bila penumpang terlambat akibat transportasi terputus maka percuma karena penerbangan juga terhambat,” kata Pujobroto dari Garuda.
Mengenai terputusnya tol bandara, Wakil Presiden Jusuf Kalla menargetkan pengeringan di kilometer 25-27 selama 6 jam. “Jasa Marga dengan cara apapun harus memperbesar kapasitas pompa. Sebesar apapun air, enam jam tol bandara harus kering,” ujarnya.
PT Jasa Marga Tbk, akan menambah dan meninggikan lajur tol bandara Soekarno Hatta atau tol Sedyatmo.
Hingga Minggu (3/2) pukul 22.30, Kepala Cabang Jasa Marga Tol Bandara, David Wijayatno menginformasikan, tol bandara masih digenangi air sedalam 50 sentimeter di kilometer 26.
Halim Perdanakusuma
Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal mengatakan, mulai Senin (4/2) ini, Bandara Halim Perdanakusuma difungsikan sebagai bandara alternatif.
“Rencana ini sudah didiskusikan antara Direktur Jenderal Perhubungan Udara dan TNI AU. Kami mempersiapkan Bandara Halim agar jika darurat dapat digunakan,” ujar Jusman.
“Bandara Halim memang dapat digunakan, tetapi agar lancar sedang dihitung dukungan groundhandling, pengisian bahan bakar hingga simulasi Air Traffic Service,” ditambahkan Kepala Humas Dephub Bambang Ervan.
Sekretaris Perusahaan PT Merpati Nusantara Airlines Purwatmo menyatakan, untuk sementara waktu, mulai Senin (4/2) kegiatan operasional Merpati dipindahkan ke Bandara Halim. Sebaliknya, Pujobroto menegaskan, Garuda tetap mengoperasikan penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, demikian pula AirAsia.
“Garuda adalah maskapai yang berjaringan bukan dari kota satu ke kota lain, sehingga tak mudah memindahkan operasional ke bandara lain. Tidak hanya itu, fasilitas pemeliharaan pesawat, teknologi informasi, dan operasional semua berpusat di Soekarno-Hatta,” kata Pujobroto.
Operasional Bandara
Kepala Cabang Angkasa Pura (AP) II Bandara Soekarno-Hatta, Haryanto mengatakan meski banyak terjadi penjadwalan ulang penerbangan, tetapi pada Minggu (3/2) tidak ada pembatalan penerbangan.
Sementara Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha AP II Tulus Pranowo menjelaskan, belum menghitung kerugian akibat kondisi ini. “Yang dirugikan bukan Angkasa Pura, melainkan penumpang,” ditegaskan Tulus.
Administrator Bandara Soekarno-Hatta, Herry Bekti mengatakan, antardireksi maskapai telah sepakat tidak ada penghangusan atau pemotongan uang tiket selama situasi darurat.
Sementara Minggu kemarin, jalur alternatif ke bandara melalui Tangerang situasinya padat. Hampir semua jalan, mulai Cikokol, Jalan Sudirman, Jalan TMP Taruna, Jalan Pembangunan III, Jalan Marsekal Suryadharma, juga Jalan Imam Bonjol, Jalan Ki Asnawi, Jalan Otista, Jl KS Tubun, yang berakses ke bandara dipadati kendaraan yang membawa calon penumpang.
Kepadatan makin terasa karena banyak warga berpergian ke pusat keramaian. Terlebih, jalan Daan Mogot, yang seharusnya jadi jalan alternatif juga belum dapat dilewati hingga kemarin malam, karena ada sebagian ruas jalan yang terendam.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pun memerintah pengerukan muara-muara sungai dan revitalisasi Waduk Sunter, Pluit, dan Riario, agar aliran air dari saluran drainase kota dapat segera dialirkan dan tidak meluber ke permukiman atau jalan.
Fauzi menekankan adanya koordinasi dengan PLN untuk memberi saluran listrik khusus ke pompa-pompa air di lokasi yang strategis.
Pompa Tanjungan yang berada di dekat kilometer 24-27 Tol Sedyatmo sempat tidak berfungsi karena suplai listriknya bersamaan dengan suplai listrik bagi penduduk, sehingga listrik yang tersisa tidak cukup untuk menggerakkan mesin pompa. (RYO/KSP/ECA/INU/TRI/CHE)
Sumber : Kompas, 04 Februari 2008

Komentar
  1. alfaroby mengatakan:

    ya udah…. gak perlu ada siapa yang salah atas semua kejadian tersebut. yang penting saat ini adalah mengatasi masalah banjir tersebut..

    “iya ini kan masalah alam. Sebagai manusia kita hanya bisa sabar, untuk ke depannya ini jadi pelajaran buat kita supaya tidak merusak alam.”

  2. melayubertuah mengatakan:

    salam kenal bang…..terima kasih telah berkunjung ke tempat saya , mudah-mudahan jauh di mato dekat di Web

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s