RI DAN JERMAN BAHAS LARANGAN TERBANG

Posted: 28 Februari, 2008 in airport, aktivitas kerja, atc, aviation, bandara, berita, Feature, hari ini, Indonesia, news, Penerbangan, pilot, transportasi
pusdatin,28/02/2008Sumber: Bisnis Indonesia Online (28 Februari 2008)

Pemerintah Jerman menawarkan bantuan teknis dari maskapai penerbangan Lufthansa kepada Garuda Indonesia sebagai upaya meningkatkan kompetensi industri penerbangan di Tanah Air.
Kerja sama itu juga diharapkan mendorong Uni Eropa (UE) mencabut larangan terbang ke Eropa bagi maskapai penerbangan asal Indonesia.Pembahasan mengenai solusi untuk mengakhiri larangan terbang maskapai penerbangan Indonesia oleh Uni Eropa itu dilakukan saat Menlu Hassan Wirajuda bertemu dengan Menlu Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeir, kemarin.

“Kami bertukar pandangan untuk menyelesaikan masalah ini [pelarangan terbang] secepatnya,” tutur Menlu Wirajuda.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia menyambut baik tawaran kerja sama yang disampaikan oleh Pemerintah Jerman untuk melibatkan ahli-ahli dari Lufthansa guna membantu Garuda Indonesia meningkatkan kompetensinya.

Sebelumnya, BUMN itu juga sudah menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan Belanda, KLM. Uni Eropa sendiri akan menggelar sidang untuk membahas larangan terbang pada bulan depan.

Keputusan dicabut atau tidaknya larangan terbang terhadap maskapai penerbangan dari Indonesia akan mempertimbangkan hasil pengamatan yang dilakukan sebelumnya.

Tunggu sidang UE

Menurut Menhub Jusman Syafii Djamal, saat ini Indonesia tinggal menunggu sidang yang digelar Uni Eropa pada Maret atau April mendatang untuk mengambil keputusan apakah melanjutkan atau mencabut larangan terbang bagi maskapai penerbangan Indonesia.

“Tetapi, mereka pasti susah [mengambil keputusan]. Soalnya, ada 26 negara yang harus diakomodasi suaranya,” paparnya seusai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, kemarin.

Dia mengatakan yang dilakukan Indonesia saat ini adalah berkonsentrasi meningkatkan standar keselamatan dan keamanan penerbangan.

Di sisi lain, Jusman menilai keputusan Uni Eropa yang menekan Indonesia untuk memperbaiki tingkat keselamatan penerbangan sebagai hal yang aneh. “Tetapi, apa yang sesungguhnya diminta UE hingga saat ini masih belum jelas.”

Uni Eropa memang hanya meminta Indonesia untuk mengikuti saran yang mereka berikan. Namun, beberapa masukan yang disampaikan UE, menurut Menhub, sebetulnya justru tidak logis.

Misalnya, permintaan agar Dirjen Perhubungan Udara tidak boleh dibiayai oleh Menteri Perhubungan dengan alasan agar independen, jelas tidak dapat diterapkan oleh Menhub.

Jusman menegaskan seharusnya dalam memberikan penilaian terhadap maskapai penerbangan di Indonesia, Uni Eropa berkonsentrasi pada sisi operasional saja.

“Dengan berbagai ketidaksesuaian tersebut, kedua pihak [Indonesia dan Uni Eropa] masih perlu bertemu kembali,” tutur Menhub.

Sumber: Bisnis Indonesia Online (28 Februari 2008)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s