INACA DIMINTA ATUR RUTE MASKAPAI

Posted: 1 Maret, 2008 in airport, aktivitas kerja, Artikel, atc, aviation, bandara, berita, Feature, hari ini, news, Penerbangan, pilot, transportasi
pusdatin,29/02/2008Sumber: Bisnis Indonesia (29 Februari 2008)

JAKARTA: Menteri Perhubungan Jusman Djamal mengharapkan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mengatur pola rute maskapai anggotanya menyusul rencana penerapan sistem penerbangan pengumpul dan pengumpan (hub and spoke) pada tahun ini.

“INACA saya anjurkan agar (mempelajari) bagaimana menumbuhkan perekonomian di daerah dengan mengatur rute anggotanya,” katanya kemarin.Menhub menjelaskan pengaturan itu dititikberatkan ke rute gemuk dan kurus agar tercipta kondisi yang lebih baik terutama untuk meningkatkan perekonomian.

Rute gemuk adalah rute penerbangan padat dengan tingkat persaingan sangat tinggi seperti rute Jakarta-Surabaya, Jakarta-Makassar, Jakarta-Medan, Jakarta-Denpasar, dan Jakarta-Solo.

Menhub mengaharapkan INACA mengatur maskapai anggotanya yang memiliki rute gemuk agar tak terjadi saling banting tarif dan tercipta persaingan yang sehat.

Sebaliknya, rute kurus yang merupakan rute penerbangan di bandara perintis di Nias, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Barat. “Di rute kurus itu INACA diharapkan mendorong anggotanya tetap terbang untuk menumbuhkan perekonomian,” kata Jusman.

Dengan pengaturan pola rute seperti itu, kata Menhub, maskapai Indonesia akan siap mengahadapi kebijakan langit terbuka (open sky) yang dipastikan diberlakukan untuk semua kota mulai 2015.

Selain INACA diharapkan mengatur pola rute, Menhub meminta maskapai mulai menetapkan pangkalan (home base) guna mendukung pola pengumpul dan pengumpan di penerbangan.

Data Ditjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan yang dikeluarkan 7 Mei 2007, menetapkan enam maskapai penerbangan memiliki pangkalan di Bandara Soekarno-Hatta. Keenam maskapai itu yakni AdamAir, Garuda Indonesia, Indonesia AirAsia, Lion Air, Metro Batavia, dan Sriwijaya Air.

Lion Air dan Batavia diharapkan memilih pangkalan di Cengkareng atau Surabaya, sementara Sriwijaya Air memilih Cengkareng atau Medan.

Sekretaris Jendral INACA Tengku Burhanuddin meminta pemerintah sudah menetapkan pangkalan untuk maskapai bersamaan keluarnya Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) dan Lisensi terbang (Air Operator Certificate).

“Seharusnya sudah ada ketetapan dari pemerintah maskapai baru harus sudah ada pangkalan bandara yang akan dikembangkan,” ujarnya.

Sumber: Bisnis Indonesia (29 Februari 2008)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s