HASIL INVESTIGASI KNKT BAGIAN DARI MENUMBUHKAN BUDAYA KESELAMATAN

Posted: 27 Maret, 2008 in accident, aircraft, airport, atc, aviation, bandara, Penerbangan, pesawat terbang, pilot
sumber : puskompublik_dephub,25/03/2008

(Jakarta, 25/03/08) Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Selasa 25 Maret 2008 telah mengumumkan hasil investigasi (laporan akhir) terhadap kasus kecelakaan pesawat Adam Air Boeing 737-400 PK KKW dengan nomor penerbangan DHI 574, yang terjadi pada tanggal 1 Januari 2007. Dimintai tanggapan oleh wartawan usai jumpa pers acara tersebut, Menteri Perhubungan menyatakan bahwa hasil investigasi yang dilakukaan KNKT tersebut merupakan bagian dari langkah nyata untuk membangun safety culture dunia penerbangan di Indonesia.Menhub menambahkan KNKT telah bekerja keras dengan mengerahkan segala sumber daya yang ada, mencari black box dari kedalaman 2000 meter, menganalisa semua data yang ada. Semua itu dilakukan guna mendapatkan data tentang penyebab kecelakaan dan menghasilkan rekomendasi untuk perbaikan. “Itu artinya kita belajar dari kecelakaan yang terjadi untuk menghindari kecelakaan serupa terjadi di masa mendatang, “ kata Menhub. Selanjutnya Menhub juga menjelaskan bahwa selama ini Ditjen Perhubungan Udara juga telah melakukan langkah-langkah nyata untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Ditjen Perhubungan Udara telah meningkatkan pengawasan, melakukan audit setiap 3 bulan sekali, dan menggunakan kewenangannya untuk secara tegas mencabut ijin operasi pesawat jika peringatan tidak diindahkan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Dirjen Perhubungan Udara Budhi M. Sujitno mengingatkan bahwa terjadinya suatu kecelakaan tidak pernah disebabkan satu faktor saja. “Kecelakaan itu selalu disebabkan karena multi faktor, dikarenakan adanya benih-benih kelalaian yang terakumulasi akhirnya menimbulkan kecelakaan” kata Budhi. Senada dengan Menteri Perhubungan, Ditjen Perhubungan Udara juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan peningkatan pengawasan secara signifikan. Menanggapi wartawan yang mempertanyakan kecukupan rasio inspektur pesawat di Indonesia, secara tegas Budhi menyatakan bahwa ratio inspektur dengan pesawat sudah cukup memadai. “Ratio inspektur dengan pesawat sekitar 1 : 4 dan itu sudah sangat memadai seperti halnya yang terjadi di luar negeri” kata Budhi. Budhi menambahkan khusus untuk pesawat besar (jumbo) memang saat ini masih kekurangan inspektur karena inspektur yang ada telah pensiun. Untuk itu Ditjen Perhubungan Udara akan segera mengatasi hal ini.

Pada kesempatan tanya jawab dengan pers, Ketua KNKT Tatang Kurniadi menegaskan bahwa di dalam etika investigasi kecelakaan penerbangan tidak dikenal adanya pengambilan kesimpulan yang menyalahkan unsur-unsur tertentu saja seperti misalnya human error. “Human error itu istilah akademis dan tidak dikenal dalam proses investigasi kecelakaan penerbangan di manapun,” kata Tatang. Tatang perlu menjelaskan hal tersebut menanggapi pertanyaan wartawan yang cenderung hanya melihat salah satu aspek saja (pilot) sebagai penyebab kecelakaan. “Investigasi kecelakaan pesawat terbang tidak mencari siapa yang salah, tetapi mencari sebab kecelakaan terjadi untuk evaluasi agar kecelakaan tidak terulang lagi”, kata Tatang. (BRD)

Komentar
  1. Nurmathias mengatakan:

    Bapak-bapak di KNKT.
    Salam kenal, Saya NURMATHIAS, Karyawan Swasta, Alamat : Jln Sirsak I no 2 Komplek Pandau Permai, Pekanbaru Riau.
    Saya ingin tahu, mengapa ketika terjadi kecelakaan di jalan raya KNKT tidak ikut investigasi ? Apakah KNKT hanya melakukan investigasi kecelakaan pesawat udara saja ? Apakah ketika pemerintah membuat undang2 khususnya untuk angkutan baik darat, laut dan udara KNKT ikut terlibat ?
    Setahu saya KNKT adalah Komite Nasional Keselamatan Transportasi, jika benar seperti itu alangkah baiknya jika KNKT berperan aktif untuk menghindari kecelakaan bukan hanya melakukan investigasi kecelakaan. Ketika kecelakaan bisa dihindari, artinya energi, waktu dan biaya kita untuk investigasi bisa dipergunakan untuk hal lain.
    Satu masukan dari saya mengenai keselamatan di jalan raya khususnya bus AKAP.
    Satu hari saya bepergian dari Pekanbaru ke kota lain yang harus naik bus AKAP. Saya memilih bus malam yang dilengkapi AC.
    Saat itu bus penuh, setelah setengah jam dari keberangkatan beberapa penumpang menyalakan rokok mereka, saat itu tidak ada teguran dari awak bus tsb, bahwa di dalam bus dilarang merokok, walaupun pada beberapa kaca bus tersebut jelas terbaca “Dilarang Merokok”
    Saya tidak cukup berani melarang mereka untuk tidak merokok, karena awak bus selain tidak melarang, juga merokok, walau mereka di duduk di depan bus. Sedangkan yang merokok tsb lebih dari 5 orang. Akan berbahaya bagi saya jika hanya sendiri yang melarang mereka.
    Saat itu juga saya lihat ke sekeliling bus, ternyata tidak saya temukan palu/ martil untuk memecahkan kaca bus jika terjadi kebakaran di dalam bus. Sementara potensi kebakaran pasti ada, karena banyak yang merokok. Bisa saja sekali waktu salah satu dari yang merokok tsb mengantuk karena hari sudah larut dan api rokoknya membakar tutup/ lapis jok yang terbuat dari kain yang mudah terbakar. Bisa kita bayangkan bencana apa yang akan terjadi di dalam bus tersebut. Belum lagi di dalam bus tersebut ada beberapa balita bahkan seorang bayi, bisa kita bayangkan bagaimana anak2 dan bayi tersebut menghisap asap rokok (sebagai perokok pasip) dan akibatnya kepada mereka.
    Untuk itu saya mohon kepada KNKT, Dirjen Hubdar dan Organda (pemilik Bus) agar membuat aturan larangan merokok di dalam bus baik bus AC maupun tidak. Dan aturan tsb bisa dipatuhi oleh semua penumpang bus.
    Karena kerugiannya akan sangat besar jika kebakaran terjadi di dalam bus. Harga bus saja sudah mencapai 1 Milyar, nyawa yang melayang sia dll kerugian lain yang tidak kelihatan (Hidden Cost)
    Keluhan ini saya sampaikan adalah salah satu bentuk kepedulian saya untuk keselamatan dan kesehatan kita dan generasi kita di masa datang.
    Terimakasih. Semoga mendapat tanggapan yang positip. Kan sebaiknya “Cegahlah Kecelakaan Sebelum Terjadi”
    Salam, Nurmathias.

  2. julfan mengatakan:

    Wah, terima kasih atas kunjungan dan komentarnya yang sangat membangun. Sesuai dengan namanya KNKT itu bertanggung jawab terhadap investigasi kecelakaan di darat, laut dan udara. Untuk lebih lengkap silakan kunjungi http://www.dephub.go.id/knkt/ntsc_home/ntsc.htm
    Semoga Transportasi Indonesia semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s