Archive for the ‘Artikel’ Category

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ ٣ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ ٤ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦ فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ٩ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu´ dalam sembahyangnya
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas
8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya
10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi
11. (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya

sumber : http://gatotpujonugroho.com/gubsu-tantang-atkp-segera-buka-sekolah-pilot-2/

AUDIENDI-ATKP-MEDAN-3-940x500

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho ST MSi mendukung penuh rencana Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan untuk membuka pendidikan dan latihan (Diklat) Penerbang atau sekolah Pilot di Medan Sumatera Utara. Bahkan Gubsu menantang pada tahun ajaran 2015 depan, anak-anak muda Sumut sudah bisa masuk sekolah pilot ATKP Medan.
Hal ini terungkap dalam audiensi rombongan ATKP Medan yang dipimpin Direktur ATKP Medan Asri Santosa ST Ssit MT, Rabu (19/2) di Ruang Kerja Gubsu Lantai 10 Kantor Gubsu, Medan. “Memang ini telah lama saya inginkan, apalagi Bandara Kuala Namu telah beroperasi jadi Bandara Polonia bisa dimanfaatkan untuk pendidikan,” ujar Gubsu bersemangat.
Gubsu meminta rencana tersebut secepatnya direalisasikan sehingga pelajar Sumut yang berprestasi dan bercita-cita menjadi pilot dapat memanfaatkan peluang tersebut. “Kalau bisa tahun ajaran baru tahun 2015 sudah bisa direalisasikan,” tantang Gubsu
.
Gubsu mengakui bahwa dirinya sudah pernah membicarakan hal tersebut dengan Danlanud Medan. Usulan dari ATKP Medan tersebut selaras dengan keinginannya agar di Sumut punya sekolah penerbangan. “Tolong pak Asisten dan pak Kadis Perhubungan supaya membicarakan lebih teknis kepada pak Danlanud, segera secepatnya bisa direalisasikan,” perintah Gubsu kepada Asisten III Arsyad Lubis dan Kadishub Provsu Antony Siahaan yang saat itu mendampingi.
Gubsu meminta segera digelar rapat koordinasi bersama TNI AU guna merealisasikan rencana tersebut. “kita buat saja rapatnya di ruang eks VIP Bandara Polonia,” ujar Gubsu.
ATKP Medan berencana membuka pendidikan dan latihan bagi para calon penerbang yanag nantinya menjadi satu-satunya sekolah pilot di kawasan Sumbagut. Apalagi, menurut Direktur ATKP Medan bahwa tingginya permintaan akan tenaga penerbang dari maskapai penerbangan nasional membuat pihaknya berambisi besar membuka jurusan pilot di akademi yang dipimpinnya. Untuk itu, pihaknya terlebih dahulu meminta izin ke Gubernur sebagai dan berharap mendapat arahan yang tepat untuk rencana tersebut.
“Kalau diizinkan kami minta izin ke pak Gubsu sebagai kepala teritorial untuk membuka jurusan penerbang atau pilot,” ujarnya. ATKP, lanjutnya merencanakan akan memulai penerimaan siswa penerbang pada tahun 2015 sebanyak 10 siswa dan meningkat pada tahun 2019 sebanyak 60 siswa. Jadi kedepannya ATKP Medan berencana dapat meluluskan maksimal 200 pilot pertahun.
Untuk sarana dan prasarana ATKP Medan nantinya akan menempatkan Polonia sebagai tempat latihan lokal (touch and go) pemenuhan Flop Taruna penerbang, hanggar Brieffing room dan lainnya. Sementara saat ini sudah memiliki 3 orang instruktur dari ATKP Medan. Sedangkan untuk pesawat pihaknya mendapat hibah dari STPI. Sedangkan pengadaan pesawat latih dengan menyewa dari pihak ke-3.
ATKP Medan yang beralamat di Jalan Penerbangan No. 85 Jamin Ginting Km 8,5 Padang Bulan, Medan berdiri sejak Tahun 1989 yang dulunya masih bernama balai dan pada tanggal 2r Oktober 2002 menjadi ATKP Medan yang memiliki 3 jurusan yakni Penilik Lalu Lintas Udara (PLLU), Teknik Navigasi Udara (TNU) dan Teknik Listrik Bandara (TLB). Hadir menyertai Asri Sentosa, Pembantu Direktur (Pudir I) Sunardi, ST, MPd, Pudir II Dadang Kusyadi dan Pudir III M Amril Siregar.(#)

Tingkat Sarjana Lokasi ATKP Medan
Informasi Kelulusan Seleksi Administrasi diklik di sini

Pengambilan KArtu Ujian dan Tempat Ujian dapat diklik di sini

serta dapat juga diklik di sini

atau juga dapat diklik di sini

Tingkat Diploma III Ke bawah Lokasi ATKP Medan
Untuk Diploma III Ke bawah lokasi Medan diklik di sini

Tingkat Diploma III Ke bawah Lokasi Adbandara Polonia Medan
Untuk Diploma III Ke bawah lokasi Adbandara Polonia Medan diklik di sini

Beberapa   hari yang lalu, Seperti  yang   telah  saya  tuliskan di facebook : http://www.facebook.com/julfansyah.margolang bahwa saya melaksanakan perjalanan dinas ke banda Aceh. Catatan ini adalah sebagian dari kegiatan yang berhasil direkam.

Alhamdulillah semuanya telah berhasil dilalui dengan baik. Perjalanan menuju ke sana dengan menggunakan jasa transportasi udara (salah satu maskapai penerbangan nasional). Pesawat tersebut melakukan tugasnya dengan sangat baik. Di mulai dengan keberangkatan yang tepat waktu ditambah lagi dengan snack selama penerbangan, sangat memuaskan.

Sesampainya di sana saya mendapatkan pelayanan yang tak kalah baiknya. Rekan-rekan ATC, para pejabat, KACAB PT Persero Angkasa Pura cabang Bandara Sultan Iskandar Muda yang sangat ramah dalam menyambut saya.
Tak lupa adik-adik yang menjalani OJT, serta yang kalah sibuknya (Adinda Romi) yang selalu mengantarkan saya kemanapun saya pergi selama di sana. Hampir saja lupa (Mas Ikram) yang sibuk mencarikan tiket untuk kepulangan saya.

Ketika pulang, saya memilih untuk menggunakan jasa transportasi darat karena selama ini saya belum pernah melakukannya. Katanya, angkutan bus ACEH-MEDAN adalah yang “terbaik” di Sumatera. Saya ingin membuktikannya.Perjalanan pulang dimulai pada pukul 21.00 WIB. Selama perjalanan saya tidak dapat tidur, mungkin karena kondisi tubuh yang sedang tidak fit (alias pusing), bukan karena busnya lho. Untuk mengobati atau menghibur, saya mengaktifkan GPS yang sudah saya install di handpone. Dengan GPS ini saya dapat mengetahui semua lokasi yang dilalui walaupun semuanya gelap. Semuanya diketahui baik itu nama jalan, lokasi, tempat hiburan, SPBU dan perkiraan waktu (estimate) sampai di medan serta masih banyak informasi lainnya.
GPS ini berhasil saya instal pada HP saya yang mempunyai OS windows mobile 6.1. Saya memanfaatkan peta navigasi gratisan dari internet. Programnya saya ambil dari internet dengan free. Jasa satelitnyapun free. Hal ikhwal GPS maupun gadget ini akan dibahas dalam postingan khusus, sabar ya.

Alhamdulillah, pada jam 06.00 wib saya sampai di Kampung Lalang (Medan).Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perjalanan ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan anda

Tambahan judul di atas (Hadiah Perekat Jiwa) diambil dari buku Ayat-Ayat Cinta hal 111. Mungkin ada kesamaan ceritanya, he he.

“Ya Allah, berikanlah keberkahan atas umurku. Jadikan sisa hidupku bermanfaat. Amiin.”

Saya adalah orang yang  tidak pernah merayakan yang namanya ulang tahun. Bagi saya semua hari itu adalah sama. Dengan bertambahnya hari maka semakin berkuranglah jatah hidup di dunia ini.  Maka doa di atas saya tuliskan di halaman Facebook kemarin.  Mudah-mudahan Allah menjadikan hidup ini bermakna.

Mungkin karena di halaman Facebook ini memuat tanggal lahir, maka banyak sekali (versi saya) pesan dan komentar yang masuk. Semuanya berupa doa dan harapan mereka. Semuanya mengandung kebaikan buat saya. Thanks All.

SMS cintapun mengalir dari orang yang kusayangi. Isinya tak akan dituliskan di sini (maaf ya).  Pokoknya, I LOve You All.

Kemarin juga, jam 17.30. Ketika selesai mengajar ADC praktek, tiba-tiba para taruna/taruni menyiapkan pesta untuk saya (jadi terkejut). Dengan menyiapkan kue dan sebuah hadiah. Mereka dengan semangat sekali melakukannya. Saya cuma bisa mengatakan terima kasih dan menyampaikan bahwa dengan semangat sama atau mungkin lebih, mereka dapat menyelesaikan ujian akhir semester II minggu depan. Amiin.

Untuk semua teman-temanku, keluargaku, anak-anakku, istriku dan murid-muridku. Terima kasih.  Apapun yang kalian lakukan semakin merekatkan jiwa kita.

“Ya Allah, berikanlah keberkahan atas umurku. Jadikan sisa hidupku bermanfaat. Amiin.”

Pada hari sabtu yang lalu, tepatnya tanggal 16 Mei 2009, sekolah Faruq (TK Bunayya 1) mengadakan kegiatan Outbond Bumi Perkemahan Sibolangit.

Berikut ini dokumentasinya

16-05-09_1155Faruq bersama bu guru

nih video faruq berjalan

16-05-09_1204jaring laba-laba, “sempit”

(lebih…)

“The Sky is a Vast Place, but There’s no Room for Error”

Slogan atau motto dalam bahasa Inggris di atas tidaklah asing  bagi rekan-rekan insan penerbangan, sampai-sampai  tulisan ini di pajang di lapangan kantor saya (ATKP Medan, red).  Saya yakin, di setiap sekolah penerbangan baik itu STPI, balai diklat maupun ATKP lainnya tulisan ini juga menjadi “kalimat sakti”.

Apakah maksud tulisan di atas?

Maaf, Sekedar untuk mengingatkan bagi  yang belum memahami, maksudnya adalah bahwa angkasa itu wilayah yang luas, namun tidak boleh ada kesalahan (saya serius nih, red), he he.

Apa yang melatarbelakangi saya menulis postingan ini?

Kemarin, saya  mendapatkan tugas untuk mengunjungi bandara X di pulau Sumatera. Bandara ini dikelola oleh BUMN X. Banyak hal yang saya peroleh dari sana. Rekan-rekan di sana sangat bersahabat, ramah dan sangat membantu apa yang saya butuhkan selama di sana. Ketika saya mengunjungi TOWER (menara pengawas lalu lintas udara, red), terlihat bahwa rekan-rekan bekerja dengan sangat tekun dan penuh tanggung jawab, jadi kagum.

Mereka mampu melakukan tugas dengan baik walaupun dengan fasilitas seadanya. Catatan yang saya peroleh dari hasil pengamatan saya adalah terlihat wind indicator baik itu speed maupun direction tidak berfungsi sama sekali. Sehingga informasi yang disampaikan kepada pilot saat take off maupun landing adalah QAM (laporan cuaca) dari BMG yang notabenenya adalah laporan untuk setiap 30 menit. Sehingga hal ini tidaklah begitu akurat, karena pada prinsipnya angin itu dapat berubah sewaktu-waktu tanpa harus menunggu selama 30 menit, he he.

Hal di atas sangatlah riskan, memang selama ini belum ada masalah. Tapi ingat, setiap kejadian yang beresiko baik itu kecil maupun besar selalu dimulai dari kesalahan baik itu kecil maupun besar. Jadi, inga… inga sebelum terlambat……! (seperti pilpres saja, red), he he.

Sudah banyak terjadi kecelakaan penerbangan, apa masih mau ditambah? (pertanyaan untuk  siapa ya? bingung) Atau mungkin sudah lupa dengan motto di atas, he he.

Keadaan fasilitas penerbangan yang demikian tersebut baru satu bandara yang saya ketahui, saya tidak mengetahui apakah ada di bandara lainnya (ayo jawab rekan-rekan di bandara lain, red).

Namun akhirnya, Saya hanya bisa kagum  buat rekan-rekan ATC di manapun berada.  Mereka mampu bekerja dengan baik walaupun dengan banyak keluhan.

Mudah-mudahan di suatu saat kelak mereka mampu bekerja dengan sangat nyaman baik itu dari kenyamanan menjalankan tugas maupun kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Terima kasih ATC-ku atas darma baktimu. Banyak orang berhutang budi kepadamu semoga Allah membalas jasa-jasamu. “Ya Allah, Kabulkanlah permohonan kami ini, Amiin”.

“Ayo Sayangi ATC-ku, ATC-mu, ATC kita semua”