Archive for the ‘Feature’ Category

“Biarkan saja mereka, nanti juga mereka akan meninggalkan kita. Nimati saja. Suatu saat kita akan merindukan saat ini”, kata Bunda Faruq. (kutipan sehari-hari di rumah). Dialog ini ditujukan buat saya ketika kesal atau marah kepada anak-anak di rumah. Saya menjadi malu jika teringat apa yang dikatakan oleh istri.

Saya bangga melihat mereka. Kalau dibandingkan dengan senior-seniornya, memang mereka masih tampak “norak”, tidak percaya diri, serba ragu-ragu dan takut-takut. Namun dibalik wajah-wajah “kampung” itu, saya melihat proyeksi masa depan mereka yang cukup cerah. Saya melihat wajah-wajah pemimpin dunia penerbangan masa depan di wajah-wajah mereka, dan itu membuat saya bangga. Sebagai dosen di STPI, saya bangga, karena suatu saat kelak saya pasti akan dapat menunjuk salah satu pemimpin dunia penerbangan di negeri ini sambil berkata “Dia adalah muridku, yang dulu waktu masuk STPI tampangnya jelek.” Insyaallah. kutipan dari http://wisnudarjonotu.blogspot.com/2007/09/taruna-baru.html. Beliau adalah salah seorang dosen ketika saya masih mengikuti pendidikan di Curug dulu.

Banyak sekali, mungkin (mudah-mudahan tidak, red) kita semua merasa tidak nyaman dengan kondisi yang sedang dialami. Saya menuliskan postingan ini terinspirasi dari kehidupan sehari-hari sebagai pembelajaran di kala kesabaran itu mulai menjauh dari genggaman.

Prolog di atas mengingatkan saya bahwa apa yang kita anggap masalah  pada saat ini, suatu saat itu bisa menjadi kenangan yang ingin kita ulangi (kita tidak akan mendapatkan kesempatan kedua).   Katanya nikmati saja proses yang kita hadapi sekarang ini, ternyata itu tidaklah  mudah.

(lebih…)

Iklan

HOT INFO    untuk hasil seleksi akademik klik di https://julfan.wordpress.com/2009/06/30/pengumuman-hasil-seleksi-akademik-sipencatar-dephub-2009/

P E N G U M U M A N

Nomor : DL.107/D.96/II/Diklat-09
TENTANG

PENERIMAAN TARUNA BARU PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERHUBUNGAN

TAHUN AKADEMIK 2009

Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan pada Tahun Akademik 2009 Menerima para pemuda/pemudi Warga Negara Indonesia untuk didik menjadi Taruna/ Taruni Diklat Perhubungan dalam berbagai program sebagai berikut :

Untuk Informasi Selengkapnya klik di sini

Sudah lebih dari seminggu Blog ini tidak tersentuh, bukannya sudah bosan melainkan karena banyaknya kesibukan yang menghinggapi  saya. Apalagi dalam minggu ini Faruq (anak pertama saya) mendadak sakit dan terpaksa kami “pindah” ke rumah sakit selama tiga hari. Sehingga aktivitas semakin padat, seperti  “seterika”, kantor-rumah-rumah sakit, begitulah seterusnya. Capek, badan lemah, mengantuk selalu menemani kami.

Ternyata, Pertolongan itu selalu datang dari mana saja. Ibu saya (nenek Faruq) datang dari kampung sehingga bunda faruq ada yang menemaninya.

Biaya perobatan selama di rumah sakit tersebut (RSIM) ternyata ditanggung oleh ASKES, kami hanya menambah sebesar Rp 57.000,- Tiada kata yang terucap selain “ Alhamdulillah”. Ternyata semua ini adalah pertolongan dari-Nya.

Ya Allah, di saat kami susah, Engkau selalu mengingat kami. Padahal kami selalu lalai dalam mengingat-MU.

Hari ini Faruq sudah kembali ke rumah dan sudah mulai membaik.

Para pembaca yang budiman, doakan Faruq agar lekas sembuh dan kembali ke sekolah lagi. Maafkan jika banyak surat ataupun komentar yang tidak dapat dilayani.

Sekali lagi, Terima kasih atas dukungannya selama ini.

Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah telah ada blog Simargolang. Hal ini terinspirasi oleh  Bapak Raja Bahrein Arie Simargolang akhirnya saya berhasil membuat blog dimaksud. Blog ini belum  ada isinya mohon kiranya masukan dari para moderator yang mempunyai pengetahuan mengenai Simargolang.

Ayo buruan berkunjung ke http://simargolang.wordpress.com, ditunggu lho.

Sekali lagi terima kasih sebelumnya.

Informasi tentang HAsil Akhir klik di sini.

Informasi tentang Persyaratan klik di sini.

Sekian dan Terima Kasih.

Kami sekeluarga lagi senang-senangnya dengan sepeda, mulai dari yang paling kecil (Ali), dan terutama Faruq yang kalau sudah pulang sekolah selalu saja bermain sepeda di komplek perumahan kami, sampai lupa berhenti dan pulang ke rumah, sehingga selalu dijemput untuk pulang. Tak ketinggalan juga bunda Faruq yang selalu naik sepeda dan selalu bersamaan dengan Si Ali. Terakhir saya, tak mau  kalah dengan yang lain.

Jadi hitung-hitung untuk Olahraga, hiburan, dan yang paling penting  untuk menghemat BBM.

Sepeda Ali

 

Sepeda bang Faruq

 

Sepeda bunda Faruq dan Ali (+tempat duduk Ali)

 

Sepeda Saya