Archive for the ‘IBSN’ Category

قَدۡ أَفۡلَحَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي صَلَاتِهِمۡ خَٰشِعُونَ ٢ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ مُعۡرِضُونَ ٣ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ ٤ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ ٥ إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ ٦ فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ ٧ وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ ٨ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمۡ يُحَافِظُونَ ٩ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡوَٰرِثُونَ ١٠ ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلۡفِرۡدَوۡسَ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ١١
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu´ dalam sembahyangnya
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas
8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya
9. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya
10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi
11. (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya

http://bpsdm.dephub.go.id/Pengumuman/749-penerimaan-taruna-baru-sipencatar-bpsdm-perhubungan-tahun-akademik-2014

http://bpsdm.dephub.go.id/files/uploaded/post/attachment/749/PENGUMUMAN%20SIPENCATAR%202014.pdf

TAJARRUD

Pendahuluan.

Allah SWT memuji kaum muhajirin dan kaum anshor dengan kalimat radhi Allahu ‘anhum wa radhu ‘anhu (Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah) Q 9:100. Inilah puncak dari segala pujian dari Sang Pencipta kepada hamba-hambanya, ketika Dia meridhai semua yang telah mereka lakukan.

Apa yang menjadikan Allah SWT ridha kepada mereka?

Dalam Q 8:74 Allah menggambarkan karakteristik mereka. “Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.

” Beriman, berhijrah, berjihad di satu sisi dan memberi tempat kediaman dan pertolongan di sisi lainnya. Mereka menikmati perjuangan dan pengorbanan hidup demi kejayaan dakwah Islam. Totalitas dakwah – tajarrud.

Sebelum kita membahas mengenai Tajarrud, mari kita perhatikan 2 ayat berikut ini :

“Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tak ada sekutu bagi Nya dan begitulah aku (Muhammad) diperintah. Aku adalah orang muslim pertama.” (Al-An’aam: 162-163).

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar mencintai Allah) ikutlah aku, niscaya Allah swt. mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu,”Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS.Ali Imran, 2:31).

Yang menjadi pertanyaan, apakah kita sudah sesuai dengan 2 ayat di atas, dan apa yang harus kita lakukan?

Defenisi

1. Menurut Bahasa.

Lafal “Al Juradah” artinya sesuatu yang dikelupas dari sesuatu yang lain.

Lafal “At-Tajrid” artinya melepaskan pakaian.

Lafal “At-Tajarrud” artinya bertelanjang. Sedang Lafal “Tajarrud lil Amri” artinya bersungguh-sungguh pada suatu    urusan.

2. Menurut Syariat

Menurut Imam Hasan Al Banna : “Engkau harus tulus pada fikrahmu dan membersihkannya dari prinsip-prinsip lain serta pengaruh orang lain. Sebab ia adalah setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikrah”.

Tajarrud, menurut Al-Fadhil Ustaz Fathi Yakan di dalam karangannya “Ma Za Ya’ni Intima’ Lil Islam” : “Tajarrud bermakna saudara mestilah ikhlas terhadap fikrah yang saudara dukung”.

(Mahfuz Sidik) : “Adalah totalitas dan kesinambungan amal jihadi yang kita lakukan sehingga Allah meringankan dakwah ini, dan hingga kita berjumpa dengan Nya kelak. Bagi kader yang sudah menikah, tajarrud adalah melibatkan keluarga dalam dakwah dan jihad. Bukan meninggalkan mereka, sehingga terabaikan hak-haknya”.

Jadi secara umum Tajarrud adalah : “ Mengkhususkan diri untuk Allah swt dan berlepas diri dari segala sesuatu selain Allah. Yakni menjadikan gerak dan diam serta yang rahasia dan yang terang-terangan untuk Allah swt semata, tidak tercampuri oleh keinginan jiwa, hawa nafsu, undang-undang, kedudukan, dan kekuasaan”.

Pembahasan.

Ketika kita menyeru (mendakwahkan) Islam kepada manusia, kita menyeru semata-mata hanya demi Allah swt. bukan untuk kelompok semata, organisasi atau partai. Kita menginginkan umat untuk membawa pemikiran dan ide-ide Islam. Kelompok hanya sebagai sarana bukan tujuan. Oleh karena itu kita tidak seharusnya menyeru umat hanya demi kelompok yaitu dengan mengajak mereka untuk bergabung dengan kelompok kita.

Ada kekeliruan persepsi mengenai makna totalitas dakwah (tajarrud) ini, dimana kader dakwah harus meninggalkan semuanya untuk dakwah. Padahal pengertian yang tepat adalah ketulusan pengabdian kader dakwah untuk membawa semuanya demi kejayaan dakwah. Misalnya ketika kemampuan dan kecenderungan seorang kader adalah analysis, synthesis, dan evaluasi bidang ekonomi, maka kader tsb tidak diminta meninggalkan itu semua dan masuk fakultas syariah sehingga bisa mengajarkan Islam. Tapi yang diinginkan adalah bagaimana caranya agar kemampuan dan kecenderungan tsb dapat dimanfaatkan se-optimal mungkin demi kejayaan dakwah.

Pada masa Rasulullah SAW, ketika sedang marak-maraknya berbagai pertempuran, banyak kader yang ingin terjun dalam jihad qital ini, termasuk Zaid bin Tsabit. Pemuda kecil ini ketika diuji kekuatan fisiknya, gagal, sehingga ia kecewa sekali. Seolah ia tidak mampu memberikan kontribusi apa-apa demi kejayaan dakwah Islam. Pada kesempatan test berikutnya, ia coba lagi. Namun gagal lagi. Pada saat kekecewaannya memuncak, Rasulullah SAW menganjurkannya untuk mempelajari bahasa. Ternyata disitulah bakatnya, disitulah competitive advantage-nya sampai ia diangkat menjadi sekretaris Rasulullah SAW. Disitulah ia menemukan jati dirinya karena bisa membawa semua kemampuannya demi kejayaan dakwah meskipun bukan melalui sisi yang populer. Dan masih banyak contoh lagi.

Kesimpulannya, ketika kita memiliki sifat tajarrud, tanda-tandanya adalah :

Tulus dan Ikhlas dalam dakwah.

Selalu menilai orang lain, organisasi, dan segala sesuatu dengan timbangan dakwah (melakukan sesuatu sesuai dengan kapasitas). Konsep Pemikiran Ikhwan Hal 190.

Mempersembahkan jiwa dengan mudah (tanpa rasa takut) di jalan Allah.

Orang yang menegakkan Islam Di dalam hatinya.

Selalu Tawakkal secara mutlak kepada Allah.

dan, Apakah kita sudah memiliki sifat Tajarrud?

disusun dari berbagai sumber….

Tingkat Sarjana Lokasi ATKP Medan
Informasi Kelulusan Seleksi Administrasi diklik di sini

Pengambilan KArtu Ujian dan Tempat Ujian dapat diklik di sini

serta dapat juga diklik di sini

atau juga dapat diklik di sini

Tingkat Diploma III Ke bawah Lokasi ATKP Medan
Untuk Diploma III Ke bawah lokasi Medan diklik di sini

Tingkat Diploma III Ke bawah Lokasi Adbandara Polonia Medan
Untuk Diploma III Ke bawah lokasi Adbandara Polonia Medan diklik di sini

Beberapa   hari yang lalu, Seperti  yang   telah  saya  tuliskan di facebook : http://www.facebook.com/julfansyah.margolang bahwa saya melaksanakan perjalanan dinas ke banda Aceh. Catatan ini adalah sebagian dari kegiatan yang berhasil direkam.

Alhamdulillah semuanya telah berhasil dilalui dengan baik. Perjalanan menuju ke sana dengan menggunakan jasa transportasi udara (salah satu maskapai penerbangan nasional). Pesawat tersebut melakukan tugasnya dengan sangat baik. Di mulai dengan keberangkatan yang tepat waktu ditambah lagi dengan snack selama penerbangan, sangat memuaskan.

Sesampainya di sana saya mendapatkan pelayanan yang tak kalah baiknya. Rekan-rekan ATC, para pejabat, KACAB PT Persero Angkasa Pura cabang Bandara Sultan Iskandar Muda yang sangat ramah dalam menyambut saya.
Tak lupa adik-adik yang menjalani OJT, serta yang kalah sibuknya (Adinda Romi) yang selalu mengantarkan saya kemanapun saya pergi selama di sana. Hampir saja lupa (Mas Ikram) yang sibuk mencarikan tiket untuk kepulangan saya.

Ketika pulang, saya memilih untuk menggunakan jasa transportasi darat karena selama ini saya belum pernah melakukannya. Katanya, angkutan bus ACEH-MEDAN adalah yang “terbaik” di Sumatera. Saya ingin membuktikannya.Perjalanan pulang dimulai pada pukul 21.00 WIB. Selama perjalanan saya tidak dapat tidur, mungkin karena kondisi tubuh yang sedang tidak fit (alias pusing), bukan karena busnya lho. Untuk mengobati atau menghibur, saya mengaktifkan GPS yang sudah saya install di handpone. Dengan GPS ini saya dapat mengetahui semua lokasi yang dilalui walaupun semuanya gelap. Semuanya diketahui baik itu nama jalan, lokasi, tempat hiburan, SPBU dan perkiraan waktu (estimate) sampai di medan serta masih banyak informasi lainnya.
GPS ini berhasil saya instal pada HP saya yang mempunyai OS windows mobile 6.1. Saya memanfaatkan peta navigasi gratisan dari internet. Programnya saya ambil dari internet dengan free. Jasa satelitnyapun free. Hal ikhwal GPS maupun gadget ini akan dibahas dalam postingan khusus, sabar ya.

Alhamdulillah, pada jam 06.00 wib saya sampai di Kampung Lalang (Medan).Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu perjalanan ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan anda

Tambahan judul di atas (Hadiah Perekat Jiwa) diambil dari buku Ayat-Ayat Cinta hal 111. Mungkin ada kesamaan ceritanya, he he.

“Ya Allah, berikanlah keberkahan atas umurku. Jadikan sisa hidupku bermanfaat. Amiin.”

Saya adalah orang yang  tidak pernah merayakan yang namanya ulang tahun. Bagi saya semua hari itu adalah sama. Dengan bertambahnya hari maka semakin berkuranglah jatah hidup di dunia ini.  Maka doa di atas saya tuliskan di halaman Facebook kemarin.  Mudah-mudahan Allah menjadikan hidup ini bermakna.

Mungkin karena di halaman Facebook ini memuat tanggal lahir, maka banyak sekali (versi saya) pesan dan komentar yang masuk. Semuanya berupa doa dan harapan mereka. Semuanya mengandung kebaikan buat saya. Thanks All.

SMS cintapun mengalir dari orang yang kusayangi. Isinya tak akan dituliskan di sini (maaf ya).  Pokoknya, I LOve You All.

Kemarin juga, jam 17.30. Ketika selesai mengajar ADC praktek, tiba-tiba para taruna/taruni menyiapkan pesta untuk saya (jadi terkejut). Dengan menyiapkan kue dan sebuah hadiah. Mereka dengan semangat sekali melakukannya. Saya cuma bisa mengatakan terima kasih dan menyampaikan bahwa dengan semangat sama atau mungkin lebih, mereka dapat menyelesaikan ujian akhir semester II minggu depan. Amiin.

Untuk semua teman-temanku, keluargaku, anak-anakku, istriku dan murid-muridku. Terima kasih.  Apapun yang kalian lakukan semakin merekatkan jiwa kita.

“Ya Allah, berikanlah keberkahan atas umurku. Jadikan sisa hidupku bermanfaat. Amiin.”

Pada hari sabtu yang lalu, tepatnya tanggal 16 Mei 2009, sekolah Faruq (TK Bunayya 1) mengadakan kegiatan Outbond Bumi Perkemahan Sibolangit.

Berikut ini dokumentasinya

16-05-09_1155Faruq bersama bu guru

nih video faruq berjalan

16-05-09_1204jaring laba-laba, “sempit”

(lebih…)